Jangan Anda sibuk memeriksa (ibadah) orang lain - apa faedahnya ?
Baca Juga:
Faedahnya adalah janganlah Anda menuduh siapapun dengan riya, karena itu urusan hati - dan janganlah menuduh orang lain dengan munafik, karena itu urusan hati
Munafik adalah menyelisih dari apa yang terlihat, tidak ada yang kita tahu kecuali yang nampak
Ketika Anda mendengar seseorang imam memperindah suaranya saat membaca AlQuran dan membaguskannya atau sambil menangis, berhati hatilah Anda dari menuduhnya riya, karena riya itu urusan antara ia dengan Rabb nya
Maka dari sini kita menyebutnya amalan hati - demikian pula dengan ikhlas antara dirimu dengan Allah
Al Khauf (rasa takut) yang benarAl Hub (kecintaan) yang tulus cinta karena Allah
Misalkan ketika Anda berkata aku mencintaimu karena Allah, maka saya membenarkanmu dan Anda pun membenarkan Anda - Atau sebaliknya ketika saya berkata saya mencintaimu karena Allah, apakah saya jujur atau tidak ataukah serius - maka itu urusan HATI
Berbicara tentang riya adalah untuk mengoreksi diri, bukan untuk mengoreksi orang lain
Bicara riya untuk diri, maka jangan sekali kali mengatakan orang lain itu riya, karena Anda tidak tahu apa yang ada di hati orang
Karena riya hanya ada di hati dan lembut sekali, jangan lebih tahu tentang riya
Sebab tidak ada yang mengetahui isi hati seseorang, bisa jadi ketika beribadah ia tidak ingin diketahui, namun karena keadaan, ibadahnya diketahui orang lain diluar kuasanya
Perbuatan yang Bukan Termasuk Riya salah satunya Mendapatkan Pujian Manusia Atas Amal Baik Yang Ia Lakukan Tetapi Bukan Tujuannya Ingin DipujiDari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Ya Rasulullah, bagaimana pendapat engkau tentang seseorang yang mengerjakan satu amal kebaikan, lalu orang memujinya?” Beliau menjawab, ”Itu merupakan kabar gembira bagi orang mukmin yang diberikan lebih dahulu di dunia.”HR Muslim
Katakanlah: "Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan". Dan (katakanlah): "Luruskanlah muka (diri)mu di setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepada-Nya)
Al Araf 29
NA Rahman - Setyani
